#sastra-pembebasan# Trs: Betapa Tak Lakunya Pengacara Demokrat

classic Classic list List threaded Threaded
1 message Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

#sastra-pembebasan# Trs: Betapa Tak Lakunya Pengacara Demokrat

Chalik Hamid-2


--- Pada Sab, 8/12/12, Chalik Hamid <[hidden email]> menulis:


Dari: Chalik Hamid <[hidden email]>
Judul: Betapa Tak Lakunya Pengacara Demokrat
Kepada: [hidden email], "Jaringan Kerja Indonesia" <[hidden email]>
Tanggal: Sabtu, 8 Desember, 2012, 2:21 PM







Betapa Tak Lakunya Pengacara Demokrat







oleh Riski Adam
Posted: 08/12/2012 18:30


 
Ruhut SitompulLiputan6.com, Sudah ada 4 petinggi Partai Demokrat yang terjerat kasus hukum. Namun anehnya, tidak satu pun dari keempatnya yang menggunakan jasa pengacara yang disediakan partai besutan Presiden SBY tersebut.

Keempatnya adalah mantan Bendahara Umum PD M Nazaruddin, mantan Wasekjen PD Angelina Sondakh, mantan anggota Dewan Pembina PD Hartati Moerdaya, dan yang termutakhir adalah mantan Sekretaris Dewan Pembina PD Andi Alfian Mallarangeng.

PD tetap menyediakan pengacara terhadap para kadernya yang bermasalah itu. Namun rupanya tidak laku. Mereka lebih memilih pengacara sendiri ketimbang memakai jasa pengacara dari internal PD.

"Memang lucu, siapapun yang bermasalah, tidak mau pakai pengacara kita. Padahal pengacara kita bagus-bagus, seperti Deni Kailimang dan kawan-kawan. Tapi semuanya tidak ada yang mau, termasuk Andi, Nazaruddin, dan Angie juga begitu," kata Ketua DPP PD Ruhut Sitompul di Jakarta, Sabtu (8/12/2012).

Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan, Andi sudah memakai pengacaranya sendiri, yaitu Luhut Pangaribuan dan Hary Pontoh. "Tapi dua-duanya lawyer Pak Andi semuanya bagus," ucap Ruhut.

Tidak lakunya para pengacara dari internal Demokrat untuk membela kadernya yang berperkara, menurut dia, bukan karena masalah kualitas. Tetapi para kader yang bermasalah tersebut tidak menginginkan semua kasus korupsi yang dilakukan selama ini diungkap oleh internal PD.

"Memang kalau ada yang berperkara, maka dia harus ceritakan semuanya kepada pengacara terkait kasus korupsinya. Ibaratnya kita melihat anak gadis yang melihat dari ujung kepala sampai ujung kaki, nggak boleh nggak ada yang ditutup-tutupi," tuturnya.

"Karena kan banyak yang cerita dan ngomong yang aneh-aneh. Karena kalau pengacara dari kita itu kan dia nggak bisa cerita semua. Tapi kalau dari pengacara lain kan nggak," terang Ruhut. (Sss)

[Non-text portions of this message have been removed]