#sastra-pembebasan# Re: Jean Ziegler - Empat Mekanisme Penyebab Kelaparan Dunia

classic Classic list List threaded Threaded
1 message Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

#sastra-pembebasan# Re: Jean Ziegler - Empat Mekanisme Penyebab Kelaparan Dunia

ChanCT
Bung Nesare yb,

Terus terang saya tidak pernah baca buku JZ dan tidak peduli dia dari aliran politik-ekonomi apa, juga tak peduli apakah ideologi marxis ataupun sosial demokrat, ...

Tapi, dari apa yang bung nyatakan JZ menggugat liberalisme, saya sependapat. Jangan biarkan DEMOKRASI yang diperjuangkan setiap saat itu menjurus ke liberalisme. Bagaimanapun juga DEMOKRASI ada batas nya, jangan dibiarkan meluncur jadi liberalisme. Itu namanya demokarasi yang kebablasan, ... yang akhirnya rusak dan sangat merugikan rakyat banyak. Bahkan sementara kawan menyatakan neoliberalisme itu tidak demokrasi, atau hanya demokrasi bagi kapitalis-monopoli, tapi tidak ada demokrasi bagi rakyat banyak.

Bahwa perusahaan menjadi alat kompetisi dan dengan adanya kompetisi itulah kemajuan terjadi, tapi disisi lain, karena kompetisi dalam perkembangannya akan terjadi ada perusahaan tumbuh menjadi besar, bahkan setelah menelan yang kecil-kecil lalu menjadi monopoli, itu juga sudah jelas. Jadi, yang menjadi masalah, bagaimana setiap Pemerintah yang berkuasa didunia ini, bisa dengan baik mencegah jangan sampai terjadi monopoli, untuk menjamin kompetisi itu berlangsung terus dengan lebih sehat.

Bahwa negara-negara kapitalis maju mengembangkan usaha dinegara-negara sedang berkembang juga sudah jelas, itulah yang terjadi. Tapi, begitu dinyatakan penyebab kelaparan didunia ini, patut diteliti lebih lanjut dimana masalahnya? Yang menurut saya, sesungguhnya terjadi pada masalah pembagian keuntungan saja dan pendirian Pemerintah negara sedang berkembang itu sendiri, menjadikan dirinya budak negara kapitalis atau mementingkan bangsa dan negaranya sendiri.

Bukankah masalah utamanya, bagaimana Pemerintah yang berkuasa membuat kebijakan yang seimbang antara kepentingan kapitalis, khususnya kapitalis-asing dan kesejahteraan buruh, sesuai keadaan ekonomi tahun itu? Jangan melulu bahkan berkepanjangan hanya mengutamakan kepentingan kapitalis yang untung besar dengan membiarkan gaji-rendah, ... setelah perusahaan berjalan lancar, harus lebih berat meningkatkan kesejahteraan buruh. Bahkan pada satu saat, setelah menguasai teknologie modern, pemerintah bisa membantu kapitalis domestik untuk juga buka usaha sendiri atau mengambil oper pabrik kapitalis-asing itu untuk diusahakan sendiri. Menggunakan tangan kapitalis-asing untuk BERDIKARI, ...

Itu yang saya ketahui dijalankan Pemerintah Tiongkok saat jalankan reformasi ekonomi, memperkenankan modal asing masuk, bahkan juga hutang dari IMF digunakan sebaik-baiknya untuk mengembangkan ekonomi nasional. Jadi beda dengan cara Soeharto yang mengobral kekayaan bumi-alam, seperti Free port pemerintah RI hanya dapatkan 1% dari keuntungan, yang dinilai dari harga tembaga, padahal AS mengangkut emas dari situ. Sedang rakyat banyak dibiarkan tetap hidup dalam kemelaratan, ...

Jadi, masalah penyebab kelaparan didunia yang terjadi, disatu pihak negara-kapitalis serakah yang melakukan penghisapan pada negara-negara terbelakang dengan gaji-murah, dipihak lain, pemerintah yang berkuasa di negara terbelakang belum berkemampuan memperjuangkan KEADILAN dan lebih berat untuk kepeentingan rakyat dan negaranya sendiri. Bukan untuk menggendutkan kantong pejabat tinggi saja!

Lalu salah siapa dan siapa pula yang harus mengatasinya?

Salam,
ChanCT





Re: Jean Ziegler - Empat Mekanisme Penyebab Kelaparan Dunia
Mon Dec 17, 2012 8:37 am (PST) . Posted by: "nesare" [hidden email] JZ ini orang sosiologi dan politik. Karena perjalanan hidupnya melihat dunia, wawasan ekonominya terbentuk. Dari artikel ini kelihatan ideologinya adalah social democrat.

Tetapi persitensinya dari 3 point yang tertulis dalam artikel ini (anti kelaparan, anti biofuel dan hutang dinegara miskin), dapat menggiring JZ sebagai Marxist.

Ketika JZ menulis tentang Cargill, Dreyfus (yang lain ADM, Bunges) dan maksimalisasi keuntungan, JZ secara langsung menggugat liberalisme.

Tujuan dari perusahaan yang kita kenal didunia ini adalah sejalan dengan liberalisme: maksimalisasi keuntungan = profit before tax atau profit after tax.

Lebih tepatnya: maksimalisasi keuntungan untuk pemegang saham = earning per share.

Dengan kata lain tujuan akhirnya adalah pemuasan nafsu pemegang saham.

Satu hal yang dapat ditambah dari tulisan ini bahwa ketika perusahaan sudah menjadi alat berkompetisi akan mengakibatkan ada yang besar, kecil, hidup, mati, setengah hidup, setengah mati.

Dalam alam liberalisme memang susah (tidak bisa) membentuk perusahaan yang tidak berkompetisi. Satu bentuk perusahaan yang tidak bertujuan mencari untung semata: non profit organization. Tetapi tetap organisasi nir laba ini tetap memerlukan keuntungan untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Inilah asumsi dasar liberalisme.

Semoga Indonesia jangan sampai menjadi negara2 di afrika. Dari 3 point itu, Indonesia sudah terjebak dalam hutang. Pengaruh perusahaan MNC (multi national corporation) walaupun sudah sejak dulu kala masuk di indonesia tetapi semoga pengaruhnya bisa dikontrol. Untuk biofuel, Indonesia tidak terlalu pusing. Indonesia lebih pusing dengan menggalakkan sumber daya alam (produktifitas) untuk rakyatnya karena lahan semakin berkurang yang mengakibatkan meningkatnya import seperti beras dan singkong.

Salam

From: [hidden email] [mailto:[hidden email]] On Behalf Of Lusi D.
Sent: Saturday, December 15, 2012 7:14 AM
To: [hidden email]; [hidden email]; [hidden email]
Subject: [GELORA45] Jean Ziegler - Empat Mekanisme Penyebab Kelaparan Dunia

Para sahabat dan handaitaulan yb.

Untuk menambah wawasan ilmu dan pengetahuan kita, kali ini saya turunkan
wawancara Jean Ziegler dengan Peter Wolter menyangkut pandangannya
masalah empat mekanisme penyebab kelaparan di dunia yang diulas dalam
buku barunya. Selamat belajar menjelang Hari Natal dan Akhir Tahun.
Salam
Lusi.-
15.12.2012

Wawancara dengan Jean Ziegler - Wakil Presiden Komisi Dewan Penasehat
Hak-Hak Kemanusiaan PBB.

罈Bagi Rakyat-Rakyat di Dunia Belahan Selatan Perang Dunia Ketiga Sudah
Lama Dimulai竄. Fasisme Jerman perlu enam tahun untuk membunuh 56 juta
manusia. Neoliberalisme mencapai dengan mudah dalam satu tahun lebih
sedikit.Dialog dengan Jean Ziegler.

Pawancara: Peter Wolter

Jean Ziegler, warga Swis menjadi Utusan Istimewa Pertama PBB masalah
hak-hak jaminan atas makanan dan sekarang menjadi Wakil Presiden Komisi
Dewan Penasehat Hak-Hak Kemanusiaan PBB.

Peter Wolter (PW): 罈Kita Biarkan Mereka Kelaparan竄 adalah nama buku baru
Anda �€� Subjudul: 罈Pemusnaan Massal di Dunia Ketiga.竄 (Titel orisinal
buku: Destruction Massive, Paris 2011).

Jean Ziegler (JZ): Laporan 罈World Food Report竄 dari PBB mengemukakan:
Setiap lima detik seorang anak di bawah umur menderita kelaparan, tiap
hari 57.000 orang. Dari tujuh milyar manusia yang ada di dunia dewasa
ini, sepertujuhnya mengalami kelaparan permanen sangat berat. Dalam
kurun waktu yang sama laporan mencatat, bahwa perekonomian dunia
menurut tingkat tenaga produktifnya dewasa ini mampu tanpa problem
memberi makan duabelas milyar manusia. Lain situasinya pada waktu
beberapa abad sebelumnya, sekarang tidak ada kekurangan lagi �€�
Jadi, masalahnya terletak bukan pada kemampuan produksi, tetapi pada
pintu masuk untuk mendapatkan bahan makanan. Dan itu tergantung pada
daya beli �€� setiap anak dibunuh, akibat kelaparan selama pembicaraan
kita ini.

PW: Siapakah gerangan tuan-tuan pengatur dunia kanibalisme ini?

JZ: Pertama saya ingin menyebut sepuluh konsern multi-nasional
terbesar, yang mengontrol 85 prosen bahan makanan yang mereka
perdagangkan di seluruh dunia ini �€� mereka itu setiap hari menentukan,
siapa yang makan dan siapa yang hidup, siapa yang kelaparan dan mati.
Strategi mereka yalah memaksimalkan keuntungan.

PW: Bisa disebutkan nama-namanya?

JZ: Firma-AS Cargill Incorporated tahun yang lalu mengontrol 31,8
prosen gandum yang diperdagangkan di seluruh dunia, Dreyfus Brothers
31,2 prosen beras.
Secara singkat saya akan mengidentifikasi empat mekanisme penyebab
kelaparan. Pertama-tama adalah spekulasi pada bursa menyangkut bahan
makanan pokok. Tahun 2007/2008 banditisme bank internasional pada bursa
finans telah memusnahkan nilai kekayaan sebesar 85.000 milyar dolar.
Sejak itu sebagian besar hedgefonds dan bank-bank raksasa memindahkan
kegiatannya ke bursa bahan mentah, terutama produk pertanian. Seperti
yang sudah ada sebelumnya juga kegiatan perdagangan pada sektor ini
dilakukan dengan derivat, 罈short selling竄 dan instrumen finans legal
lainnya untuk menjadikan beras, jagung dan padi-padian lainnya sebagai
bahan spekulasi perdagangan untuk mencapai keuntungan yang setinggi
langit. Jagung misalnya, dibandingkan dengan harga pada duabelas bulan
sebelumnya di pasaran dunia harganya meningkat 63 prosen lebih mahal,
tiap ton gandum seharga 272 ero menjadi berlipatganda, sesuai peraturan
harga beras dari Filipina meledak: dari 110 menjadi 1.200 dolar.

PW: Di dunia ketiga hanya segelintir saja yang dapat membayar . . .

JZ: Menurut Bank Dunia tiap hari 1,2 milyar manusia harus hidup kurang
dari satu dolar �€� mereka bertempat tinggal di perkampungan-perkampungan
miskin dan kumuh di dunia; di Manila, Karaci, Kota Meksiko, Sao Paulo
dsb. Dari jumlah uang yang sejumput itu para ibu harus memberi makan
anak-anak mereka �€� apabila harga bahan makanan meledak, justru
merekalah yang menderita kelaparan.
Mekanisme pembunuhan kedua, adalah makin bertambahnya penggunaan
bahan-bahan bakar dari hasil-agraria. Di USA saja diproduksi pada tahun
2011 biomethanol dan biodisel berasal dari 138 juta ton jagung dan
ratusan juta ton padi-padian. Negeri ini setiap hari memerlukan minyak
yang senilai dengan 20 juta barel (158 liter) �€� sedangkan antara Alaska
dan Texas yang bisa dihasilkan hanya empat. Duabelas masih harus
diimport, dari Irak, Nigeria, Asia Tengah, Arab Saudi dan negeri-negeri
berbahaya lainnya. Ini berarti, USA harus mengeluarkan biaya luarbiasa
jumlahnya untuk keperluan militernya, karena itulah Obama ingin
mengganti energi yang berasal dari fosil dengan energi nabati. Namun
demikian untuk menghasilkannya dibakarlah ratusan juta bahan makanan di
planet yang satu ini, yang setiap lima detik satu anak dimana saja dia
berada menderita kelaparan dan ini merupakan satu kejahatan terhadap
kemanusiaan.

PW: Dan mekanisme yang ketiga?

JZ: Mekanisme ketiga yalah beban hutang yang bertumpuk-tumpuk
negeri-negeri yang termiskin. Dari 54 negara di Afrika, 37 adalah
negara-negara yang agraris yang termasuk produktivitasnya paling
rendah. Mereka tidak punya uang yang bisa diinvestasikan untuk
membangun pengairan, teknologi pertanian yang diperlukan atau pupuk.
Dari luas tanah di seluruh Afrika hanya 3,8 prosen yang memiliki sistem
pengairan �€� adapun pengairan sisa tanah lainnya menggantungkan diri
dengan sistem pengairan curahan hujan seperti 5.000 tahun yang lalu.

Setahun dalam keadaan normal �€� tanpa perang, kekeringan atau wabah hama
�€� hasil panenan di Nigeria/Zona-Sahel rata-rata sekitar 600 sampai 700
kilogram padi-padian tiap hektar. Sebaliknya di suatu negara bagian
Jerman, Baden-W羹rttemberg 10.000 kilogram. Petani Jerman itu bukanlah
lebih rajin atau lebih pintar dibanding koleganya yang di Afrika �€�
hanya perbedaannya, dia punya pupuk mineral, bibit unggul, pengairan,
traktor dsb. Sedangkan negara mereka juga tidak mampu membantu para
petani Afrika itu �€� karena pemerintahannya pun hanya punya apa yang
dinamakan hutang.
Pada titik pertemuan ini datanglah permainan yang dilakukan oleh
institusi finansiil resmi seperti Bank Dunia atau Bank Perkembangan
Eropa. Mereka mengatakan pada negara-negara ini: Turunkan hutang kalian
dengan cara mengalihkan kepemilikan lahan pertanian kepada hedgefonds
dan para investor. Orang menamakannya 罈landgrabbing竄, dan kegiatan ini
pada tahun yang lalu di Afrika saja terjadi di tanah seluas 41 juta
hektar. Si investor itu mempunyai kapital, teknologi, alat transportasi
dan hubungan perdagangan. Kemudian mereka menanam di negeri-negeri ini
berbagai buah seperti advokat, buah-buahan dari subtropik, kopi dsb �€�
dieksport ke Eropa atau Amerika Utara. Untuk keperluan rakyat
dalamnegeri tidak ada sisanya.

Mekanisme pembunuhan keempat adalah dumping-agraria. Di setiap pasar di
Afrika sekarang ini orang dapat membeli sayur-mayur segar, hasil
peternakan ayam dan buah-buahan dari Italia, Perancis dan Jerman dan
seiring dengan musim, harga nilainya bisa sepertiga atau setengah dari
buah sejenis dari hasil-hasil setempat dalamnegeri. Jarak beberapa
kilometer berikut dari tempat pasaran itu kaum tani Afrika dibawah
sengatan terik-panas matahari membanting tulang bersama-sama isteri dan
anak-anak dan sedikitpun tak ada kemungkinan mengusahakan keperluan
untuk familinya dan bahkan hanya untuk kerpentingan yang minimal
sekalipun.
Itulah apa yang direkayasa oleh para Komisaris Uni Eropa di Brussel,
hakekatnya adalah tipu muslihat yang sangat kurangajar:
Lewat politik dumping mereka menciptakan kelaparan di Afrika �€� dan
apabila mereka yang akhirnya menjadi pelarian akibat kelaparan itu
ingin menyelamatkan diri ke Eropa, mereka dilemparkan kembali ke laut
dengan mengerahkan kekuatan militer, dan ribuan orang tenggelam setiap
tahun.

PW: Adakah perkiraan berapa jumlah manusia yang meninggal menjadi
korban politik ekonomi yang dikembangkan oleh negeri-negeri kapitalis
itu?

JZ: Menurut Statistik-ECOSOC (Economic and Social Council - Organ PBB
yang bertanggungjawab masalah kegiatan ekonomi dan sosial �€� pen.) tahun
yang lalu ada 52 juta manusia menderita korban epidemi akibat air
beracun, kelaparan dan penyakit kekurangan gizi. Fasisme Jerman
memerlukan perang selama enam tahun untuk membunuh 56 juta manusia �€�
sistem ekonomi neo-liberal berhasil membunuhnya dengan leluasa tidak
sampai satu tahun.

PW: Adakah Anda dapat menggerakkan sedikit sesuatu di PBB?

JZ: Bisa lebih baik seperti yang saya terbitkan. Buku saya itu disusun
tidak hanya berdasarkan dari statistik, namun juga laporan tentang
suatu pengalaman hidup, saya mempelajari keadaan di beberapa negeri
langsung pada tempatnya. Sekarang saya bisa dengan tepat mengatakan,
siapa bajingannya �€� saya dapat juga menunjukkan, harapan apa yang masih
ada. Untuk rakyat-rakyat di selatan (bagian bumi belahan selatan �€�
pen.) Perang Dunia Ketiga sudah lama dimulai. Selama kita membungkam,
kita menjadi komplotan para pembunuh. Che Guevara pernah mengatakan:
罈Runtuhnya tembok tebalpun dimulai juga dengan keretakan竄 - dan retak
ini kian tampak!

Semakin menjadi jelas bagi banyak orang, bahwa sistem dunia kanibal ini
dibuat oleh manusia dan karenanya juga dapat ditumbangkan oleh manusia
sendiri. Dengan memobilisasi masyarakat yang beradab - ATTAC,
Greenpeace, Via Campesiona dsb, bermunculanlah pelaku-pelaku baru
sejarah. Satu-satunya penggerak mereka adalah anjuran moral �€� Immanuel
Kant mengatakan: 罈Kebiadaban yang dilakukan seseorang pada orang lain,
merusak kemanusiaan pada diriku竄

Karena itu saya ingin menonjolkan Jerman: Negeri ini adalah negeri
demokrasi yang paling hidup di Eropa dan setidak-tidaknya, menjadi
kekuatan ketiga ekonomi di dunia. Melalui jalan demokratis dan damai
Undang-Undang Dasar-nya memberikan segala keleluasaan untuk mematahkan
mekanisme pembunuhan jutaan manusia melalui kelaparan ini.

Karl Marx mengatakan: 罈Kaum revolusioner harus mampu mendengarkan
tumbuhnya rerumputan竄 - Menjongsong perlawanan hati nurani di Eropa.

Jean Ziegler: Kita Biarkan Mereka Kelaparan �€� Pemusnaan Massal di Dunia
Ketiga (Titel orisinal: Destruction Massive, Paris 2011). Bertelsmann,
M羹nchen 2012, 320 halaman, 19,99 Euro.


[Non-text portions of this message have been removed]

Loading...