#sastra-pembebasan# Re: [GELORA45] ISNU: Sejarah G30S/PKI Dijungkirbalikkan

classic Classic list List threaded Threaded
1 message Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

#sastra-pembebasan# Re: [GELORA45] ISNU: Sejarah G30S/PKI Dijungkirbalikkan

Mira Wijaya Kusuma
penelusuran mencari dalang pembunuhan massal 1965/1966 tak akan berujung...nyata&fakta pada periode 1965 - 1966 itu terjadi banjir darah yang bau anyir di sepanjang mata rantai kepulauan Indonesia... yang ada pelaku-pelaku pembunuhannya... a.l. salah satu pelakunya adalah Anwar Congo (seorang tukang catut bioskop di Medan), bisa liat di film The Act of Killing, yang disutradarai Joshua Oppenheimer ...

juga, jangan lupakan puluhan ribu orang tanpa proses pengadilan di jebloskan ke dalam penjara selama puluhan tahun. Korbannya kebanyakan para simpatisan dan pendukung politik NASAKOMnya Soekarno...

sebagai tambahan info silahkan click: http://www.unisosdem.org/kliping_detail.php?aid=12874&coid=1&caid=62


--- In [hidden email], thameffendie@... wrote:
 
 Ada baiknya bung chanct tunjuk hidung siapa sih DALANG G30S/PKI (sesuai analisa kepakarannya {?}), dan menjelaskan maksud narasi kapital KUTUK BANGSA INDONESIA
 Powered by Telkomsel BlackBerry®
 
 -----Original Message-----
 From: "ChanCT"
 Sender: [hidden email]
 Date: Tue, 18 Dec 2012 22:30:56
 To: GELORA_In
 Reply-To: [hidden email]
 Subject: #sastra-pembebasan# Re: [GELORA45] ISNU: Sejarah G30S/PKI Dijungkirbalikkan
 
 Yang menjadi problem, sejak awal tercetus apa yang dinamakan G30S itu, sudah dijungkirbalikan lebih dahulu untuk dijadikan alasan menggebug PKI dan menggulingkan Soekarno, ...! Jadi, sesuatu yang sudah terbalik dengan sendirinya harus dibalik kembali menjadi yang sebenarnya, menjadi BENAR!
 
 Namun demikian, sebelum masalah siapa benar, siapa salah, siapa DALANG G30S sesungguhnya mendapatkan jawaban yang pasti dan benar, yang jelas PELANGGARAN HAM-berat dengan dilakukan pengejaran, penangkapan bahkan pembunuhan pada jutaan rakyat tak berdosa, yang dilakukan tanpa proses pengadilan yang sah dan adil, telah terjadi dibawah kekuasaan Soeharto itu, adalah kenyataan yang harus di KUTUK BANGSA INDONESIA! Sedang TUNTUTAN KEADILAN korban G30S yang diajukan KOMNAS HAM adalah kenyataan sejarah yang terjadi, bukan dijungkirbalikan!
 
 Sungguh dunia sudah terbalik, ... barangkali baru bisa tegak benar kembali setelah bangsa ini muncul lebih banyak lagi manusia-manusia macam Gus Dur!
 
 Salam,
 ChanCT
 
 
 
 From: Y.T.Taher
 Sent: Tuesday, December 18, 2012 8:02 AM
 To: [hidden email]
 Subject: Re: [GELORA45] ISNU: Sejarah G30S/PKI Dijungkirbalikkan
 
 
 
 
 Gus Dur minta ma'af atas
 pembunuhan tahun 1965/66
 
 Agaknya, bagi banyak orang, pernyataan Gus Dur dalam dialog interaktif _Secangkir kopi_ yang disiarkan TVRI tanggal 14 Maret (2000) yang lalu adalah sesuatu yang menyentak fikiran, atau, setidak-tidaknya, bisa menggugah berbagai pertanyaan dalam hati. Ini dapat sama-sama kita saksikan dari banyaknya reaksi atau tanggapan _ baik positif maupun negatif _ berbagai fihak di dalamnegeri maupun di luarnegeri. Mengingat pentingnya masalah ini bagi kehidupan bangsa dan negara, maka bisalah diramalkan bahwa buntutnya masih akan panjang, bahkan bisa panjang sekali. Dan, karena dampaknya persoalan ini bisa sangat besar dalam bidang politik, sosial dan moral, maka makin banyak orang ikut mempersoalkannya, akan makin baiklah kiranya bagi kehidupan bangsa kita selanjutnya.
 
 Dalam pernyataan Gus Dur itu (menurut Kompas 15/3-2000) disebutkannya bahwa sejak dulu, ketika masih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (NU), dirinya sudah meminta ma_af terhadap para korban G30S. Pemerintah menyambut baik jika masyarakat ingin membuka kembali kasus G30S dan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HA) lainnya. _Dari dulu pun, saya sudah minta ma_af. Bukan sekarang saja, tanyakan pada teman-teman di lembaga swadaya masyarakat (LSM). Saya sudah meminta ma_af atas segala pembunuhan yang terjadi terhadap orang-orang yang dikatakan sebagai komunis_.
 
 Menurut Gus Dur, belum tentu orang-orang yang dituduh komunis semuanya bersalah sehingga akhirnya dihukum mati. "Buktikan dong secara pengadilan, nggak begitu saja terjadi. Dan, ma'af ya, hal semacam itu terjadi, justru banyak pembunuhan dilakukan oleh anggota NU. Gus Dur mengatakan, kalau masalah G30S/PKI dibuka kembali, akan baik sekali bagi perdebatan bangsa Indonesia. _Karena banyak orang menganggap orang PKI bersalah. Ada juga yang menganggap tidak bersalah. Nah, karena itu kita tentukan saja nanti melalui pengadilan yang mana yang benar_, paparnya. (Kutipan habis)
 
 Berdasarkan nalar yang waras, dan berpedoman kepada hak-hak asasi manusia, dan bersenjatakan dengan iman dan ajaran-ajaran Tuhan, bisalah kiranya kita berharap bahwa arah benar yang sudah ditunjukkan oleh Gus Dur akhirnya akan dimenangkan oleh opini banyak orang, bukan saja di dalamnegeri, melainkan juga di luarnegeri. Dan, perlulah jelas dalam fikiran kita semua, bahwa kemenangan ini merupakan kemenangan kita bersama, tidak peduli dari kalangan agama yang manapun, kalangan suku apapun, dan dari kalangan politik yang bagaimanapun. Ini merupakan kemenangan perikemanusiaan dan kemenangan fikiran beradab (dari catatan alm. A.Umar Said, Paris)* * *
 
 
 
 
 ----- Original Message -----
 From: Sunny
 To: Undisclosed-Recipient:;
 Sent: Tuesday, December 18, 2012 9:23 AM
 Subject: [GELORA45] ISNU: Sejarah G30S/PKI Dijungkirbalikkan
 
 
 REf: NU diberitakan banyak berjasa dalam penyemblihan manusia  pada tahun 1965/1966, apalagi paham yang dianut membenarkan pemusnahan kafir, maka tentu saja tuduhan pelanggaran HAM ditolak.
 
 
 http://www.suarapembaruan.com/home/isnu-sejarah-g30spki-dijungkirbalikkan/28277 
 
 ISNU: Sejarah G30S/PKI Dijungkirbalikkan
 Senin, 17 Desember 2012 | 9:06
 Ali Masykur Moesa. [Antara]  
 
 
 [SURABAYA] Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Dr Ali Masykur Moesa menilai sejarah tentang G-30-S/PKI telah dijungkirbalikkan dengan laporan pelanggaran HAM dari korban G-30-S/PKI ke Komnas HAM.
 
 "Ya, ada upaya menjungkirbalikkan sejarah G-30-S/PKI (dengan laporan ke Komnas HAM)," katanya dalam sambutan pada pelantikan dan musyawarah kerja PW ISNU Jatim yang dihadiri Mendikbud Mohammad Nuh dan Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Minggu.
 
 Dalam acara yang juga dihadiri Ketua PBNU H Saifullah Yusuf (Wagub Jatim) dan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah serta pengurus ISNU se-Jatim itu, ia menjelaskan NU merupakan organisasi kemasyarakatan terdepan dalam menjaga keselamatan NKRI.
 
 Menurut dia, NU juga merupakan ormas yang terdepan dalam menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas untuk mempertahankan keutuhan NKRI. "Jadi, NU berada di garis terdepan dalam mempertahankan negara ini, termasuk dari upaya pemberontakan PKI," katanya.
 
 Bahkan, katanya, jasa-jasa NU yang sudah teruji itu selayaknya memposisikan kader NU untuk memimpin Indonesia (Pilpres), memimpin Jatim (Pilgub). "Komitmen NU terhadap NKRI sudah terbukti, karena itu saatnya NU memimpin Indonesia, saatnya NU memimpin Jatim," katanya.
 
 Senada dengan itu, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah menegaskan bahwa DPR dan pemerintah tak perlu meminta maaf atas laporan pelanggaran HAM itu, karena kalau pemberontakan G-30-S/PKI itu tidak dicegah justru akan terjadi kudeta oleh PKI.
 
 "Mereka memulai dengan Pemberontakan PKI di Madiun pada 1948, lalu tahun 1965, karena itu upaya melawan pemberontakan itu bukan pelanggaran HAM, sebab PKI itu bukan korban, tapi justru pelaku," katanya.
 
 Ditanya upaya yang dilakukan PWNU Jatim untuk menyikapi laporan pelanggaran HAM itu, ia mengatakan pihaknya sudah menyurati sejumlah fraksi di DPR dan pemerintah untuk tidak menerima "pemaksaan" untuk meminta maaf itu.
 
 "Kami juga sudah menyurati Dewan Pers untuk meluruskan sejarah yang ditulis media massa terkait laporan pelanggaran HAM itu. Tulisan itu sepihak, karena menempatkan PKI sebagai korban, padahal PKI itu sesungguhnya pelaku pemberontakan," katanya.
 
 Dalam pelantikan dan raker ISNU Jatim itu, Mendikbud Mohammad Nuh yang juga Wakil Ketua Dewan Ahli PP ISNU itu meminta ISNU untuk tidak terjebak politik aliran, karena fungsi dari intelektual (sarjana) adalah pencerah, penggerak, dan pemungkin.
 
 "Pencerah itu ibarat cahaya dan cahaya paling cerah adalah putih. Putih itu kumpulan dari warna-warni. ISNU sebagai pencerah harus menaikkan bendera 'rahmatan lil alamin' yang sifatnya kasih sayang, pengayom, penghormatan harkat, dan sebagainya," katanya.
 
 Dalam pelantikan itu juga dianugerahkan "Santri Award 2012" yang diserahkan kepada tiga dari 42 santri yang dianggap sukses yakni Aa' Abdullah Al Kudus (santri sukses dalam bidang lingkungan), Suyadi (santri sukses dalam enterpreneurship/Presdir PT Perkasa, perusahaan perkapalan), dan Koperasi PP Sidogiri (kategori sukses dalam pemberdayaan pesantren). [Ant/L-8]
 
 
 
 
 
 
 
 Berita dan Tulisan yang disiarkan GELORA45-Group, sekadar untuk diketahui dan sebagai bahan pertimbangan kawan-kawan, tidak berarti pasti mewakili pendapat dan pendirian GELORA45.
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
 
 
 [Non-text portions of this message have been removed]


Loading...