#sastra-pembebasan# Bagi-Bagi Uang, Emas Latakan di Bea Cukai dan KP3 ?

classic Classic list List threaded Threaded
1 message Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

#sastra-pembebasan# Bagi-Bagi Uang, Emas Latakan di Bea Cukai dan KP3 ?

Al Faqir Ilmi
Bagi-Bagi Uang, Emas Latakan di Bea Cukai dan KP3 ?

Aliran emas mengalir di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Mengalirkan
uang milyaran rupiah. Diprakarsai salah satunya CV.Surya Lautan Perkasa
(SLP) bekerja sama dengan PT.Surya Inti Perkasa (SIP) di Jalan Perak
Timur. Perusahaan yang bergerak dibidang importir ini harus menyediakan
anggaran yang sangat besar untuk kelangsungan usahanya. Utamanya oknum
 Bea Cukai Tanjung Perak demi kelancaran permainan. Dimulai  dari
pemalsuan dokumen yang bekerjasama dengan oknum Bea Cukai tingkat pusat
hingga petugas di Tanjung Perak Surabaya. Jangan heran, bendera merah di
 Kontainerpun bisa disulap menjadi warna kuning. Itu semua memerlukan
biaya tidak sedikit.

Penuturan Dony Santoso (kini ditahan
Polres Pelabuhan Perak (KP3) -red), sebagai kurir yang dipercaya oleh
Diana Islami, soal mengatur/mengantarkan latakan emas kepada oknum Bea
Cukai dan KP3 membeberkan permainannya. Bahkan dikatakan tidak hanya
cukup emas, melainkan  juga menyediakan uang tunai untuk KP3 Tanjung
Perak. Setiap bulan harus menyediakan minimal Rp15 juta. “Menjelang  
lebaran kemarin mengantarkan uang setoran Rp100 juta kepada pimpinan KP3
 Tanjung Perak Surabaya,” ujarnya.

Ia membayangkan jumlah
importir di Surabaya bisa mencapai ribuan. Jika satu importer saja sudah
 bisa bermain ditingkat ratusan juta rupiah, berapa milyar dana yang
mengalir di oknum Bea Cukai dan KP3 Tanjung Perak Surabaya dan bisa
dipastikan dengan adanya permainan dengan Bea Cukai, terindikasi
pemalsuan dokumen yang merugikan Negara sangat besar. Namun kenapa
kejadian yang berlangsung puluhan tahun ini seakan tidak tersentuh, atau
 sengaja dipelihara……?. Kita tahu, jelasnya, jabatan di Pelabuhan
Tanjung Perak Surabaya merupakan “Basah”.

Terungkapnya aliran
dana dan emas lantakan ke para oknum tersebut, berawal dari penangkapan
Dony Santoso saat ditangkap pada hari Minggu dini hari jam 02.00 tanggal
 28 september 2012 oleh jajaran kepolisian KP3 tanggal 4 Oktober 2012
kuasa Hukum Dony Santoso, Tauchid Suyuthi dan Suparno menemui Kanit
Aiptu Ridwan Buamona, Brigadir Hadi Iswanto dan Brigadir Tomo dari
Reskrim mejelaskan Jika “Diana Islami belum melapor secara resmi”
perihal pemalsuan Surat-surat terhadap Dony Santoso ada indikasi polisi
telah menerima perintah atau pekerjaan Diana Islami secara pribadi
dengan menggunakan kewenangan jabatan. Saat dikonfirmasi  Media, Gus
Shofie mengatakan Brigadir Hadi Iswanto memberikan keterangan
penggerebekan Bukan dari KP3 melainkan dari Polda Jatim    padahal Diana
 Islami SE belum pernah melaporkan kasus ini  ke Polda. Apakah Brigadir
Hadi Iswanto bisa mempertanggung jawabkan atas kebenaran institusi Polda
 dihadapan masyarakat. “Belum ada laporan polisi kok sudah menggeledah
rumah pelapor,” ucap Tauchid Sayuti dan Suparno.

Tindakan
tersebut melanggar hak asasi manusia (HAM). Selanjutnya,tindakan
tersebut dilakukan atas perintah siapa? “Anggota Polres Pelabuhan
Tanjung perak soal penggeledahan ini harus jelas!. Penangkapan tidak
dilandasi Fakta-fakta dengan kebenaran yang kongkrit atau mutlak mereka
melanggar disiplin karena melakukan penggeledahan tanpa surat perintah
mereka juga sudah merusak citra dan nama baik Kepolisian ,” ujar salah
seorang LSM pada Portal-Nasional.Com.

Sumber terpercaya di Bea
Cukai Perak mengakui pernyataan Dony Santoso sangat membahayakan oknum
pejabat kepolisian dan Bea cukai. Karena kewibawaan polri akan kian
menurun jika dari Mabes Polri dan KPK tidak segera turun Tangan. Sebab
saat ini Ormas dan LSM Surabaya mulai merapat untuk mendukung Dony salah
 satunya Gus Shofie, pemilik pesantren yang juga pimpinan Dzikirullah
ini sangat gencar mendukung Dony. “Masyarakat sudah tidak percaya lagi
dengan kepolisian,jangan disalahkan jika nanti akan terjadi Polisi
jalanan” ujarnya saat ditemui dirumahnya.

Selama ini Dony yang
dipercaya untuk membeli lantakan Emas dikawasan Kantor Pos Besar
Surabaya, hingga mengantarkan kepada Oknum Bea Cukai dan mengantarkan
uang ke oknum kepolisian. Sehingga posisi Dony dianggap akan menyulitkan
 para pejabat  terkait. Bahkan seorang Dony juga memiliki Nomor HP
pejabat-pejabat yang mendapat jata dari PT.SLP. Menurut Dony PT.SLP
selama ini sering melakukan importir barang-barang Ilegal, namun karena
kepiawaiannya bermain, dia berlenggang tanpa beban.

Dony Santoso Ditangkap KP3

Selasa 4 Desember 2012 merupakan hari menyakitkan bagi keluarga Dony.
Karena setelah menjalani pemeriksaan di KP3 Tanjung Perak mulai pukul
10.00 hingga 15.00 ternyata masih dianggap belum selesai, sehinga pada
pukul 23.00 WIB, Donny diciduk oleh petugas dari KP3 Tanjung Perak
Surabaya dikediamannya.

Beberapa penafsiranpun mulai muncul
dari LSM Paguyuban Arek Surubaya, Pengacara dan Tokoh masyarakat yang
intinya ”Salah satu kuci (Dony) harus “diamankan”agar tidak berkicau.
Khawatir  tersangkutnya nama-nama pejabat yang menerima Grafitasi
terbuka lebar.  Apalagi saat ini KPK sedang gencar melakukan investigasi
 ditubuh POLRI”

baca juga :
Bea dan Cukai Perak “Omong Kosong” ==> http://portal-nasional.com/hukum-dan-kriminal/2012/12/15/dihadapan-pendemo-bea-dan-cukai-perak-omong-kosong/

[Non-text portions of this message have been removed]

Loading...