#sastra-pembebasan# 40 Hari Sudjinah Diperingati di Holland.

classic Classic list List threaded Threaded
1 message Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

#sastra-pembebasan# 40 Hari Sudjinah Diperingati di Holland.

Chalik Hamid
40 Hari Sudjinah Diperingati di Holland.







         Sebuah berita terlambat dari Purmerend, Holland, mengabarkan bahwa
pada hari Sabtu 20 Oktober 2007, bertempat di gedung “De Inval” di kota
terbut telah dilangsungkan upacara memperingati 40 hari wafatnya Sudjinah.
Seperti diketahui Sudjinah adalah salah seorang tokoh Gerakan Wanita
Indonesia (Gerwani) yang sangat setia mengembangkan cita-cita kaum wanita
Indonesia di jaman Sukarno. Sebagai tokoh Gerwani pusat, Sudjinah bersama
teman-temannya telah dipenjarakan beberapa tahun oleh rezim Orba Suharto.
Upacara ini diselenggarakan oleh keluarga Aminah, adik kandung Sudjinah,
yang berdomisili di negeri Belanda karena paspornya dicabut oleh KBRI
setelah Suharto merebut kekuasaan dari tangan presiden Sukarno.

            Setelah kata pembukaan yang disampaikan oleh M.Idris, acara
dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup singkat Sudjinah oleh Melia
Siregar. Dalam riwayat hidup itu dijelaskan bagaimana aktivitet Sudjinah di
dalam organisasi Gerwani ketika ia masih remaja. Berulangkali Sudjinah
melawat ke luar negeri demi untuk mengangkat harakat kaum wanita dan bangsa
Indonesia di gelanggang Internasional. Juga dijelaskan bagaimana penderitaan
Sudjinah dan kawan-kawannya selama dalam penjara rezim Suharto. Dari pihak
keluarga memberikan sambutannya Aminah Idris. Setelah acara diselingi dengan
pembacaan puisi oleh Suciwati, kemudian memberikan kata sambutan Darmini,
mantan aktivis Gerwani. Selanjutnya ibu Lis membacakan sebuah puisi ciptaan
sendiri yang ditujukan bagi Sudjinah. Dari wakil Amnesty Internasional
Alkmaar, saudara Dr.Alle Hukema menyampaikan kesan-kesannya ketika
mengadakan kunjungan diberbagai penjara Indonesia. Dr Hukema pada tahun
80-an pernah menjenguk Sudjinah di sebuah penjara di Tangerang. Lama ia
berbincang dengan Sudjinah di ruang tamu penjara tsb. Dengan demikian ia
mengrtahui dengan baik bagaimana kondisi para tahanan dan situasi penjara
yang sebenarnya. Setelah ibu Wisnu menyampaikan kesannya sebagai sahabat
Sudjinah, yang bertemu di Panti Jompo Waluyo Sejati di Kramat Jakarta,
penyair Heri Latif membacakan beberapa buah puisi yang menyangkut Sudjinah
dan kaum wanita Indonbesia.

            Kesan-kesan lainnya disampaikan oleh ibu Rosleini yang pernah
satu penjara dengan Sudjinah. Pada kesempatan itu juga ditayangkan proyeksi
upacara pemakaman Sudjinah di Pondok Rangoon Jakarta. Acara yang dipandu
oleh Farida Ishaya berjalan dengan baik dan lancar. Pada acara tsb juga
kelihatan hadir AS Munandar dan Ibrahim Isa. (Ch).


[Non-text portions of this message have been removed]